Rico Waas Hadirkan Keceriaan di Khitan Massal Sah-Rizki, 42 Anak dan Ibu Tunggal Terima Santunan

Pada Selasa, 9 Juni 2026, suasana di Gedung PKK Medan dipenuhi dengan keceriaan dan tawa saat Wali Kota Medan, Rico Waas, meramaikan acara khitan massal yang diselenggarakan oleh Komunitas Sah-Rizki. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan 42 anak yang akan dikhitan, tetapi juga dimeriahkan oleh kegiatan lain seperti donor darah dan bazar UMKM, menjadikannya sebagai momen berharga bagi semua yang terlibat.
Keceriaan di Khitan Massal
Rico Waas membuka acara dengan pertanyaan kepada anak-anak yang hadir, “Ini anak-anak sudah siap semuanya?” dan dijawab kompak dengan semangat oleh mereka, “Siap!” Suasana semakin ceria ketika Rico berinteraksi dengan mereka menggunakan nada bercanda, yang membuat anak-anak bersorak lebih keras. Kegiatan khitan massal ini diikuti oleh 42 anak, yang masing-masing memiliki cerita dan harapan tersendiri.
Interaksi Menarik dengan Anak-anak
Salah satu peserta, Muhammad Ridho, tampil ke depan dengan ekspresi gugup. Saat ditanya tentang usianya, Ridho menjawab singkat, “13.” Namun, ketika ditanya tempat tinggalnya, ia terdiam sejenak hingga penonton membantu menjawab bahwa ia berasal dari Kecamatan Medan Deli. Suasana pun menjadi lebih hangat dan akrab ketika Ridho menyampaikan alasannya ingin dikhitan, yaitu untuk kesehatan. Jawabannya disambut dengan anggukan dan pujian dari Rico.
Rico kemudian memberikan semangat dengan menawarkan uang saku jika Ridho bisa menjawab pertanyaan berikutnya tentang pemain sepak bola favoritnya. Dengan percaya diri, Ridho menyebut nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Kylian Mbappe, yang membuat tepuk tangan meriah menggema di ruangan.
“Semangat untuk khitannya, ya. Jangan takut,” ujar Rico, yang dijawab tegas oleh Ridho, “Ya.” Keceriaan terus berlanjut saat peserta lain, Ali Yusuf Pasaribu, maju dan memperkenalkan diri dengan lancar.
Peserta Khitan Massal yang Berbakat
Ali Yusuf, yang berusia 12 tahun dan merupakan siswa kelas 6 SD dari Kecamatan Medan Perjuangan, menunjukkan pengetahuan yang mengejutkan. Ia mampu menjawab dengan tepat jumlah kecamatan di Kota Medan, yaitu 21, serta jumlah kelurahan yang mencapai 151. Rico Waas pun terlihat terkesan dan mengungkapkan, “Luar biasa!”
Makna Sosial dari Kegiatan Ini
Kegiatan khitan massal yang dihadiri oleh Ketua Sah-Rizki, Novita Sari, serta berbagai pimpinan perangkat daerah dan camat se-Kota Medan ini menjadi momen yang sangat berarti. Rico Waas mengapresiasi Komunitas Sah-Rizki atas pelaksanaan acara ini, menilai bahwa kegiatan sosial seperti ini memiliki makna penting. Hal ini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya untuk membina generasi muda.
Menurutnya, kegiatan khitan massal sudah sering dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Medan. Namun, peran komunitas seperti Sah-Rizki sangat penting karena mereka tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi dan UMKM, tetapi juga menjalankan fungsi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.
Pemberian Santunan bagi Ibu Tunggal
Rico menjelaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan kepedulian nyata terhadap tumbuh kembang anak-anak, baik secara fisik maupun spiritual. “Hubungan sosial seperti ini sangat baik untuk terus dilakukan. Semoga ini membawa manfaat bagi anak-anak kita semua,” ungkapnya dengan penuh harapan.
Selain khitan massal, acara tersebut juga menyertakan pemberian santunan kepada ibu tunggal sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan keluarga di sekitar.
Harapan untuk Kegiatan Selanjutnya
Di akhir sambutannya, Rico Waas mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara tersebut. Ia berharap, kegiatan sosial seperti ini dapat berlanjut di masa mendatang dan memberi keberkahan bagi semua yang terlibat.
Dengan semangat dan keterlibatan masyarakat yang kuat, khitan massal ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mendukung kesehatan anak-anak tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara warga, menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.
Pentingnya Kegiatan Sosial Seperti Ini
Kegiatan khitan massal yang diselenggarakan oleh Komunitas Sah-Rizki ini menunjukkan bahwa solidaritas dan kepedulian sosial sangatlah penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Melalui acara ini, banyak anak mendapatkan kesempatan untuk menjalani khitan dengan aman dan nyaman, sementara ibu tunggal menerima dukungan yang mereka perlukan.
- Kegiatan ini melibatkan 42 anak-anak dari berbagai latar belakang.
- Interaksi yang hangat antara Wali Kota dan peserta menambah keceriaan suasana.
- Memberikan pengetahuan dan semangat kepada anak-anak untuk menghadapi khitan.
- Pemberian santunan kepada ibu tunggal sebagai bentuk dukungan sosial.
- Rico Waas menekankan pentingnya kegiatan sosial bagi masyarakat.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kegiatan serupa dapat terus digelar, membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat, serta menciptakan generasi muda yang sehat dan siap menghadapi masa depan.



