Gus Irawan Tingkatkan Produktivitas Pertanian untuk Pemulihan Ekonomi Tapsel Pasca Bencana

Ketika ekonomi Tapanuli Selatan (Tapsel) berada di titik terendah akibat bencana banjir dan longsor yang melanda pada November 2025, seorang pria berdiri teguh di tengah badai. Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, bergerak cepat dengan fokus untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas pertanian Tapsel pasca bencana.
Pemulihan Sektor Pertanian
Gus Irawan Pasaribu mengakui bahwa sektor pertanian adalah kontributor utama pertumbuhan ekonomi Tapsel. Saat ini, upaya untuk menormalisasi area pertanian yang terkena dampak bencana sedang berlangsung. Namun, proses pemulihan ini membutuhkan waktu dan hasilnya belum terlihat pada triwulan I dan II tahun 2026. “Dampak dari upaya ini diharapkan dapat terlihat pada triwulan III 2026,” ujar Gus Irawan saat diwawancarai di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Tapsel.
Menanam Varietas Baru: Gama Gora
Gus Irawan memperkenalkan varietas padi baru yang disebut “Gama Gora”. Nama ini berasal dari Gajah Mada, universitas yang menemukan bibit ini, dan Gogo Rancah, yaitu persilangan antara padi darat dan padi air. Varietas ini sangat cocok ditanam di sawah dengan ketersediaan air yang tidak terlalu banyak.
Bupati Tapsel menyebutkan bahwa bibit Gama Gora ini adalah bantuan dari Bank Indonesia (BI). Ia juga telah meminta agar dibuat penangkaran Gama Gora di Tapsel, karena menemukan bibit ini cukup sulit.
Produktivitas Gama Gora
Varietas Gama Gora telah diuji coba di daerah Tatengger dan hasilnya sangat memuaskan dengan produksi mencapai 9,6 ton per hektar. Waktu panen pun relatif cepat, yakni 80 hari, dan kualitas berasnya sangat baik.
Saat ini, varietas Gama Gora sedang diuji coba di dua lokasi berbeda di Tapsel, yaitu Sayurmatinggi dan Tano Tombangan (Tantom). “Kami ingin memastikan bahwa Gama Gora benar-benar cocok ditanam di Tapanuli Selatan,” ungkap Gus Irawan.
Manfaat Gama Gora
Menurut Gus Irawan, masyarakat disarankan untuk menanam padi Gama Gora di musim panas atau ketika debit air sedang rendah. “Jika dalam setahun sawah kita biasanya hanya dua kali tanam, dengan menanam Gama Gora saat air sedikit, kita bisa menambah satu kali lagi tanam dalam setahun,” jelas Bupati.
Pendorong Ekonomi
Selain itu, Gus Irawan menambahkan, peningkatan likuiditas uang yang membuat orang berbelanja juga bisa mendorong ekonomi bergerak. Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk mempersiapkan data dampak bencana lebih awal agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan lebih cepat dan uang tersebut bisa digunakan untuk belanja lebih awal, yang pada akhirnya akan mendorong perputaran ekonomi.
Harapan Untuk Ekonomi Tapsel
Di tengah perayaan Hari Raya Idulfitri, arus mudik yang meningkat diharapkan bisa mempercepat putaran ekonomi. Meski pemulihan membutuhkan waktu, Gus Irawan berharap pertumbuhan ekonomi Tapsel di triwulan I 2026 bisa lebih baik dibandingkan triwulan IV 2025 yang hanya tumbuh 2,39 persen. “Walaupun kami sadar tidak bisa langsung pulih dan kembali ke angka 5 persenan, tapi kami berharap tidak jauh-jauh dari itu,” pungkasnya.