Hari Kesehatan Dunia 2026: Promkes RSUP Kandou Laksanakan Edukasi Pterygium

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia pada 7 April 2026, Tim Promosi Kesehatan dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado telah melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “Kenali dan Cegah Pterygium sejak Dini”. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan momen penting ini, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan mata, khususnya mengenai penyakit pterygium yang dikenal sebagai “daging tumbuh di mata”. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di daerah dengan paparan sinar matahari yang tinggi, seperti di Sulawesi Utara.
Pentingnya Edukasi Kesehatan Mata
Pterygium adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang dapat terjadi pada mata, dan jika tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Edukasi mengenai pterygium sangat krusial, mengingat banyaknya kasus yang terjadi di masyarakat. Dalam acara ini, dr. Andrew Chietra, SpM, sebagai narasumber, memberikan penjelasan mendalam mengenai pterygium. Beliau menekankan pentingnya tindakan preventif yang dapat diambil oleh masyarakat.
Langkah-Langkah Pencegahan Pterygium
Dalam pemaparan yang disampaikan, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terjadinya pterygium, antara lain:
- Penggunaan kacamata yang dilengkapi dengan perlindungan UV.
- Minimalkan paparan langsung terhadap sinar matahari, terutama pada jam-jam puncak.
- Hindari kontak dengan debu dan iritan lingkungan lainnya.
- Rutin melakukan pemeriksaan mata untuk deteksi dini.
- Menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan sekitar.
Dukungan dari Ahli Kesehatan
Kegiatan ini juga didukung oleh Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, SpM, ChM, FICS, yang merupakan Kepala Departemen Oftalmologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Beliau memberikan apresiasi terhadap upaya penyuluhan ini dan menegaskan pentingnya kegiatan promotif dan preventif. “Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini,” ujarnya.
Peran Biro Promosi Kesehatan
Turut hadir dalam acara tersebut, Ruslianto Urendeng, SH, Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, serta PJ Promkes, Christian Modeong, S.I.Kom. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung kegiatan edukasi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pterygium dan kesehatan mata secara umum.
Interaktivitas dalam Kegiatan Edukasi
Acara ini berlangsung dengan suasana yang interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Ini adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi edukasi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga diharapkan semua lapisan masyarakat dapat terlibat dan mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.
Komitmen RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Melalui momentum Hari Kesehatan Dunia 2026, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado bertekad untuk terus meningkatkan upaya promosi kesehatan sebagai bagian dari pelayanan yang menyeluruh kepada masyarakat. Kegiatan edukasi seperti ini merupakan langkah awal yang signifikan untuk menekan angka kejadian penyakit mata yang seharusnya dapat dicegah.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mata dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang telah disampaikan. Pterygium mungkin tampak sepele, tetapi jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, dapat menimbulkan masalah yang lebih serius.
Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan Mata
Pentingnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan mata tidak dapat diremehkan. Penyakit pterygium, meskipun dapat dicegah, tetap menjadi tantangan utama bagi kesehatan masyarakat, khususnya di daerah dengan paparan sinar matahari yang tinggi. Kegiatan edukasi ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi juga merupakan ajakan bagi masyarakat untuk proaktif dalam menjaga kesehatan mata mereka.
Peran Keluarga dalam Pencegahan Pterygium
Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan pterygium. Berikut adalah beberapa cara keluarga dapat berkontribusi:
- Mendorong anggota keluarga untuk rutin menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di luar rumah.
- Menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi paparan debu.
- Mendukung pemeriksaan mata secara berkala untuk deteksi dini.
- Memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan mata kepada anak-anak.
- Menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
Peran Teknologi dalam Edukasi Kesehatan
Di era digital saat ini, teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam menyebarkan informasi mengenai kesehatan mata. Melalui media sosial, website, dan aplikasi kesehatan, informasi tentang pterygium dan cara pencegahannya dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado juga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau lebih banyak orang.
Program Lanjutan yang Dapat Dilaksanakan
Kegiatan edukasi tentang pterygium bukanlah langkah terakhir. RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado berencana untuk melanjutkan program-program edukatif lainnya, seperti:
- Workshop dan seminar kesehatan mata di berbagai komunitas.
- Penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah untuk menjangkau generasi muda.
- Kampanye kesehatan mata secara online melalui media sosial.
- Kolaborasi dengan organisasi non-pemerintah untuk memperluas jangkauan edukasi.
- Program pemeriksaan mata gratis bagi masyarakat berisiko tinggi.
Melalui langkah-langkah ini, diharapkan kesadaran tentang kesehatan mata dapat meningkat dan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Dengan kolaborasi antara tenaga medis, masyarakat, dan teknologi, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk semua.
Kesimpulan
Hari Kesehatan Dunia 2026 menjadi momen berharga bagi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pterygium dan kesehatan mata secara umum. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan angka kejadian pterygium dapat menurun secara signifikan. Mari bersama-sama menjaga kesehatan mata untuk masa depan yang lebih cerah.




